{"id":9,"date":"2025-12-24T01:59:55","date_gmt":"2025-12-24T01:59:55","guid":{"rendered":"https:\/\/midnightblue-dog-759553.hostingersite.com\/?p=9"},"modified":"2026-02-26T02:13:58","modified_gmt":"2026-02-26T02:13:58","slug":"cara-membuat-cv-lamaran-kerja-yang-menarik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/articles\/cara-membuat-cv-lamaran-kerja-yang-menarik\/","title":{"rendered":"Cara membuat CV Lamaran Kerja yang Menarik"},"content":{"rendered":"\n<p>Membuat CV lamaran kerja yaang menarik merupakan langkah awal dalam mencari pekerjaan.\u00a0 CV bukan sekadar daftar riwayat hidup melainkan representasi profesional yang mampu menentukan apakah Anda layak melangkah ke tahap wawancara. CV yang menarik tidak hanya menonjolkan pengalaman dan keterampilan, tetapi juga mampu menggambarkan kepribadian serta nilai yang Anda bawa ke perusahaan. Dengan demikian memahami cara membuat CV lamaran kerja yang menarik menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin mendapatkan perhatian dari HRD dan meningkatkan peluang diterima di posisi impian.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Di artikel ini kita akan membahas pengertian, perbedaan CV kreatif dan CV ATS, cara membuat, dan kesalahan yang perlu dihindari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu CV Lamaran Kerja<\/h2>\n\n\n\n<p>CV (Curriculum Vitae) lamaran kerja adalah dokumen yang berisi ringkasan informasi pribadi, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, serta pencapaian seseorang yang digunakan untuk melamar pekerjaan. CV berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan diri kepada perusahaan dan menunjukkan bahwa pelamar memiliki kualifikasi yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan surat lamaran kerja yang lebih bersifat persuasif dan singkat, CV biasanya disusun secara sistematis dan informatif agar perekrut dapat menilai kemampuan dan pengalaman pelamar secara cepat. Isi CV yang menarik, rapi, dan relevan dengan posisi yang dilamar akan meningkatkan peluang pelamar untuk dipanggil ke tahap seleksi berikutnya, seperti wawancara kerja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaaan CV Kreatif dan CV ATS<\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat dua jenis CV yaitu Kreatif dan ATS. CV Kreatif dan CV ATS memiliki perbedaan utama pada tujuan pembuatannya serta cara penyusunannya. Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Aspek<\/strong><\/td><td><strong>CV Kreatif<\/strong><\/td><td><strong>CV ATS (Applicant Tracking System)<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Tujuan Utama<\/strong><\/td><td>Menarik perhatian HRD secara visual dan menunjukkan kepribadian pelamar.<\/td><td>Memastikan CV dapat dibaca dan lolos seleksi sistem otomatis perusahaan.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Tampilan<\/strong><\/td><td>Desain menarik dengan warna, ikon, ilustrasi, dan layout kreatif.<\/td><td>Desain sederhana, fokus pada teks dan struktur isi.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Format File<\/strong><\/td><td>Biasanya dalam format PDF dengan elemen visual.<\/td><td>Format DOCX atau PDF sederhana tanpa elemen gambar kompleks.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Isi dan Struktur<\/strong><\/td><td>Bisa fleksibel, menonjolkan kreativitas dan gaya personal.<\/td><td>Terstruktur dan formal, menyesuaikan kata kunci dari deskripsi pekerjaan.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Keterbacaan Sistem (ATS)<\/strong><\/td><td>Rendah \u2014 sering kali tidak bisa dibaca sistem otomatis karena banyak elemen grafis.<\/td><td>Tinggi \u2014 mudah dipindai dan dianalisis oleh sistem rekrutmen otomatis.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Cocok Untuk<\/strong><\/td><td>Profesi di bidang kreatif: desain grafis, content creator, marketing, media, dll.<\/td><td>Profesi di bidang korporasi: administrasi, keuangan, HR, IT, engineering, dll.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kelebihan<\/strong><\/td><td>Menarik secara visual dan menunjukkan kreativitas pelamar.<\/td><td>Mudah diproses oleh sistem ATS, meningkatkan peluang lolos seleksi awal.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kekurangan<\/strong><\/td><td>Berisiko tidak terbaca sistem ATS.<\/td><td>Tampilan cenderung monoton dan kurang menonjol secara visual.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Menarik<\/h2>\n\n\n\n<p>CV harus dibuat dengan struktur yang jelas, isi yang relevan, dan tampilan yang profesional agar menarik di mata HRD. CV yang menarik bukan hanya terlihat rapi secara visual, tetapi juga mampu menonjolkan potensi, keahlian, serta kepribadian pelamar secara efektif. Berikut panduan lengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gunakan Format yang Rapi, Bersih, dan Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama dalam membuat CV menarik adalah memastikan tampilannya mudah dibaca dan enak dilihat. Gunakan layout sederhana dengan urutan bagian yang logis seperti identitas diri, profil singkat, pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan font profesional seperti <em>Arial<\/em>, <em>Calibri<\/em>, atau <em>Helvetica<\/em> dengan ukuran teks antara 10\u201312 pt. Hindari penggunaan font dekoratif yang sulit dibaca. Pastikan juga jarak antarbaris cukup longgar dan gunakan warna yang netral seperti hitam, abu-abu, atau biru tua. CV yang bersih dan terstruktur menunjukkan Anda orang yang teliti dan profesional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tulis Informasi Pribadi dengan Jelas dan Singkat<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian informasi pribadi menjadi elemen pertama yang dilihat HRD. Cantumkan nama lengkap, alamat domisili, nomor telepon aktif, dan alamat email profesional (hindari email tidak formal seperti <a href=\"mailto:cutegirl88@gmail.com\">cutegirl88@gmail.com<\/a>). Jika relevan, tambahkan juga tautan ke LinkedIn, portofolio online, atau website pribadi untuk memperkuat citra profesional Anda.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diingat, hindari mencantumkan data yang tidak relevan seperti tinggi badan, berat badan, status pernikahan, atau agama \u2014 kecuali diminta secara spesifik oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Buat Ringkasan Profil Diri yang Menarik (Professional Summary)<\/h2>\n\n\n\n<p>Bagian ini sering kali menjadi penentu apakah HRD akan membaca CV Anda sampai akhir atau tidak. Tuliskan 3\u20134 kalimat yang menggambarkan siapa Anda secara profesional, apa keahlian utama Anda, serta nilai apa yang bisa Anda berikan kepada perusahaan.<br>Contoh<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeorang Content Writer dan SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 3 tahun dalam mengoptimasi artikel dan strategi digital marketing. Terbiasa bekerja dengan target, memiliki kemampuan analisis keyword, serta berorientasi pada hasil yang terukur.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan kalimat aktif, singkat, dan langsung pada inti. Hindari pernyataan klise seperti \u201cSaya pekerja keras dan disiplin\u201d tanpa bukti konkret.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Jelaskan Pengalaman Kerja Secara Detail dan Terukur<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian pengalaman kerja adalah inti dari CV Anda. Urutkan dari yang terbaru ke yang terlama, dan sertakan nama perusahaan, posisi, periode kerja, serta tanggung jawab utama.<br>Yang paling penting, jangan hanya menulis deskripsi tugas, tetapi tampilkan hasil dan pencapaian nyata yang bisa diukur.<br>Contoh:<br>\u2705 \u201cMeningkatkan traffic website sebesar 45% dalam waktu 6 bulan melalui strategi SEO.\u201d<br>\u2705 \u201cMengelola kampanye iklan digital dengan ROI 180% dibandingkan target awal.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda belum memiliki pengalaman kerja formal (misalnya masih fresh graduate), Anda bisa menggantinya dengan pengalaman magang, proyek kampus, kegiatan organisasi, atau freelance yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Cantumkan Riwayat Pendidikan dan Sertifikasi Pendukung<\/h3>\n\n\n\n<p>Tuliskan jenjang pendidikan terakhir Anda lengkap dengan nama institusi, jurusan, dan tahun kelulusan. Jika Anda memiliki sertifikasi profesional atau pelatihan tambahan seperti \u201cGoogle Digital Marketing\u201d, \u201cMicrosoft Excel Expert\u201d, atau \u201cTOEFL\/IELTS\u201d, sertakan juga karena hal tersebut menunjukkan Anda aktif mengembangkan diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Tambahkan Daftar Keterampilan (Skills)<\/h3>\n\n\n\n<p>Keterampilan adalah bagian penting yang membantu HRD menilai kesesuaian Anda dengan posisi yang dilamar.<br>Pisahkan antara:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Hard Skills<\/strong> (kemampuan teknis): misalnya Microsoft Excel, Data Analysis, Copywriting, Video Editing, atau Project Management.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Soft Skills<\/strong> (kemampuan non-teknis): seperti komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, manajemen waktu, atau problem solving.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Gunakan poin-poin yang singkat dan relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Hindari daftar keterampilan yang terlalu umum dan tidak spesifik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Sertakan Portofolio atau Bukti Pekerjaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda bekerja di bidang kreatif atau digital, menambahkan portofolio akan sangat memperkuat nilai CV Anda. Cantumkan <strong>tautan (link)<\/strong> ke hasil kerja seperti desain, artikel, video, kampanye media sosial, atau laporan proyek.<br>Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPortofolio tulisan dapat dilihat di: [www.medium.com\/namaanda]\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Portofolio menjadi bukti konkret bahwa Anda tidak hanya menulis kemampuan, tetapi juga benar-benar memiliki pengalaman dan hasil nyata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Gunakan Bahasa yang Padat, Aktif, dan Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan kalimat aktif dan padat agar CV Anda terdengar dinamis. Hindari paragraf panjang, cukup gunakan poin-poin agar mudah dibaca cepat. Pastikan tidak ada kesalahan ejaan atau tata bahasa (<em>grammar<\/em>). CV yang mengandung typo dapat meninggalkan kesan kurang profesional. Sebaiknya, baca ulang dua kali sebelum dikirim, atau minta orang lain untuk meninjau ulang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Sesuaikan CV dengan Pekerjaan yang Dilamar<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pelamar gagal bukan karena kurang kompeten, tetapi karena mengirim CV yang sama untuk semua posisi. Setiap lowongan memiliki kebutuhan berbeda, jadi penting untuk menyesuaikan isi CV dengan deskripsi pekerjaan (job description).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan kata kunci (keywords) yang sama dengan yang muncul dalam lowongan kerja, terutama di bagian keterampilan dan pengalaman. Hal ini penting terutama untuk CV yang akan melewati sistem ATS (Applicant Tracking System) agar tidak tereliminasi secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Evaluasi dan Mintalah Masukan Sebelum Mengirim<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum dikirim ke perusahaan, pastikan CV Anda sudah bebas dari kesalahan dan tampil maksimal. Coba minta umpan balik dari teman, mentor, atau rekan kerja yang sudah berpengalaman. Mereka mungkin bisa memberikan perspektif baru, misalnya bagian mana yang bisa diperkuat atau informasi apa yang sebaiknya ditambahkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan yang Perlu Dihindari Ketika Membuat CV<\/h2>\n\n\n\n<p>Membuat CV memang terlihat sederhana, tetapi kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap peluang Anda diterima kerja. HRD sering menerima ratusan CV untuk satu posisi, sehingga kesalahan dalam isi, format, atau gaya penulisan bisa membuat CV Anda langsung diabaikan. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang perlu Anda hindari:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menggunakan Desain Terlalu Ramai dan Tidak Terbaca<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pelamar ingin tampil beda dengan membuat desain CV yang penuh warna, ikon, atau ilustrasi. Namun, desain yang berlebihan justru membuat HRD kesulitan membaca isi CV. Gunakan desain yang bersih, profesional, dan mudah dipindai, terutama jika CV Anda dikirim ke perusahaan besar yang menggunakan sistem ATS (Applicant Tracking System). Gunakan satu atau dua warna netral, hindari font aneh atau ukuran huruf yang terlalu kecil. Ingat, tujuan utama CV adalah mudah dibaca, bukan sekadar menarik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menulis Informasi yang Tidak Relevan<\/h3>\n\n\n\n<p>HRD tidak membutuhkan semua detail tentang diri Anda. Hindari mencantumkan informasi pribadi yang tidak relevan seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hobi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan<\/li>\n\n\n\n<li>Riwayat pendidikan SD dan SMP<\/li>\n\n\n\n<li>Data sensitif seperti tinggi badan, berat badan, agama, atau status pernikahan (kecuali diminta secara spesifik)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Fokuslah pada pengalaman, keterampilan, dan prestasi yang berhubungan langsung dengan posisi yang Anda lamar. CV yang padat, relevan, dan efisien lebih disukai daripada CV panjang tapi tidak fokus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menggunakan Email Tidak Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>Alamat email adalah hal kecil, tapi bisa mencerminkan profesionalitas Anda. Hindari penggunaan email seperti <em>cutegirl99@gmail.com<\/em> atau <a href=\"mailto:gantengbanget@yahoo.com\"><em>gantengbanget@yahoo.com<\/em><\/a>. Gunakan format profesional seperti namadepan.namabelakang@email.com. Contoh: <em>namiya <\/em><a href=\"mailto:putru@gmail.com\"><em>putru@gmail.com<\/em><\/a>. HRD sering kali menilai keseriusan pelamar dari hal-hal kecil seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Menyalin Tugas dari Job Description Tanpa Menunjukkan Hasil<\/h2>\n\n\n\n<p>Banyak pelamar hanya menuliskan deskripsi pekerjaan yang bersifat umum, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u201cBertanggung jawab atas strategi marketing perusahaan.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Padahal HRD ingin melihat hasil konkret dari pekerjaan Anda. Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u201cMeningkatkan penjualan sebesar 30% dalam 6 bulan melalui strategi promosi digital.\u201d Tulis pencapaian (<em>achievement<\/em>) yang dapat diukur dengan angka atau hasil nyata agar lebih menarik dan kredibel.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tidak Menyesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar<\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan umum lainnya adalah mengirim satu CV untuk semua lowongan kerja. Padahal, setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan kata kunci yang berbeda. Sesuaikan isi CV Anda dengan job description, terutama pada bagian keterampilan dan pengalaman. Gunakan istilah yang sama dengan yang digunakan perusahaan agar mudah terbaca oleh sistem ATS dan relevan di mata HRD.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Menyertakan Informasi Palsu atau Berlebihan<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa pelamar menambahkan pengalaman kerja palsu, memperpanjang masa kerja, atau mencantumkan keahlian yang sebenarnya tidak dimiliki. Hal ini sangat berisiko karena HRD dapat melakukan verifikasi atau menanyakan detailnya saat wawancara. Jika ketahuan, reputasi Anda akan langsung rusak. Lebih baik jujur dan tonjolkan potensi atau proyek kecil yang nyata, daripada menulis sesuatu yang tidak bisa dibuktikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Mengabaikan Penulisan dan Tata Bahasa<\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan ejaan (typo) atau tata bahasa bisa membuat CV tampak ceroboh. Hindari kalimat panjang yang tidak efisien dan periksa kembali setiap kata sebelum dikirim.<br>Gunakan kalimat aktif seperti:<br>\u2705 \u201cMengembangkan sistem laporan keuangan mingguan untuk tim manajemen.\u201d<br>daripada<br>\u274c \u201cSistem laporan keuangan mingguan dikembangkan oleh saya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kesalahan kecil seperti ini bisa menurunkan kesan profesional Anda di mata HRD.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Tidak Mencantumkan Kata Kunci (Keywords)<\/h3>\n\n\n\n<p>Sistem ATS akan mencari kata kunci yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan, misalnya \u201c<em>Microsoft Excel<\/em>\u201d, \u201c<em>copywriting<\/em>\u201d, atau <em>\u201cproject management<\/em>\u201d. Jika CV Anda tidak mengandung kata kunci yang relevan, maka sistem bisa langsung menyaringnya keluar sebelum sampai ke HRD. Pastikan Anda membaca deskripsi pekerjaan dengan teliti dan menambahkan kata-kata penting tersebut secara alami di bagian pengalaman dan keterampilan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. CV Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek<\/h3>\n\n\n\n<p>Idealnya, panjang CV adalah 1\u20132 halaman.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jika terlalu pendek, HRD mungkin menganggap Anda kurang pengalaman.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika terlalu panjang, HRD akan kesulitan menemukan poin penting.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Fokus pada informasi yang benar-benar relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Untuk posisi entry-level, satu halaman sudah cukup. Untuk profesional berpengalaman, dua halaman masih dapat diterima.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Tidak Menyertakan Bukti Keterampilan (Portofolio atau Sertifikasi)<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pelamar hanya menulis \u201cmenguasai desain grafis\u201d tanpa bukti pendukung. Sertakan tautan portofolio, proyek, atau sertifikat pelatihan untuk memperkuat klaim Anda.<br>Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDesain portofolio dapat dilihat di [www.behance.net\/yunitawidya]\u201d<br>Atau:<br>\u201cSertifikat Google Digital Marketing, 2024.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Bukti konkret menunjukkan Anda benar-benar memiliki kemampuan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Mengabaikan Konsistensi Format dan Penulisan<\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan format yang konsisten di seluruh CV \u2014 mulai dari gaya penulisan tanggal, urutan kronologis, hingga jenis bullet points.<br>Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jangan menulis <em>Januari 2022 \u2013 Sekarang<\/em> di satu bagian dan <em>2022 Jan \u2013 Present<\/em> di bagian lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan tanda titik atau tanda hubung secara seragam.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Konsistensi mencerminkan perhatian terhadap detail \u2014 kualitas penting yang dicari banyak perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">12. Tidak Memperbarui CV Secara Berkala<\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah mengirim CV lama tanpa pembaruan.<br>Pastikan Anda memperbarui setiap kali:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengikuti pelatihan atau mendapatkan sertifikasi baru.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyelesaikan proyek penting.<\/li>\n\n\n\n<li>Pindah pekerjaan atau mendapatkan promosi.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>CV yang diperbarui menunjukkan bahwa Anda terus berkembang dan aktif meningkatkan kompetensi diri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Punya CV? Yuk Daftar di VRICREW<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah Anda membuat CV yang menarik dan profesional, langkah berikutnya adalah menemukan peluang kerja yang tepat. Nah, di sinilah <a href=\"https:\/\/vricrew.com\/id\/\">VRICREW<\/a> hadir sebagai solusi bagi para pencari kerja seperti Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>VRICREW adalah platform pencari kerja yang mempermudah Anda dalam menemukan lowongan sesuai minat, keahlian, dan pengalaman. Melalui sistem yang mudah digunakan, Anda dapat mengunggah CV, melengkapi profil profesional, dan langsung melamar ke berbagai perusahaan ternama hanya dengan beberapa klik saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, jangan biarkan CV bagus Anda hanya tersimpan di folder komputer.<br>Daftar sekarang di <a href=\"https:\/\/vricrew.com\/id\/\">VRICREW<\/a> dan mulai langkah pertama menuju karier yang Anda inginkan!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membuat CV lamaran kerja yaang menarik merupakan langkah awal dalam mencari pekerjaan.\u00a0 CV bukan sekadar daftar riwayat hidup melainkan representasi profesional yang mampu menentukan apakah Anda layak melangkah ke tahap wawancara. CV yang menarik tidak hanya menonjolkan pengalaman dan keterampilan, tetapi juga mampu menggambarkan kepribadian serta nilai yang Anda bawa ke perusahaan. Dengan demikian memahami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":165,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-persiapan-karir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9\/revisions\/12"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}