{"id":15,"date":"2025-12-29T02:32:51","date_gmt":"2025-12-29T02:32:51","guid":{"rendered":"https:\/\/midnightblue-dog-759553.hostingersite.com\/?p=15"},"modified":"2026-02-26T02:11:37","modified_gmt":"2026-02-26T02:11:37","slug":"cara-mengoptimalkan-linkedin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/articles\/cara-mengoptimalkan-linkedin\/","title":{"rendered":"Cara Mengoptimalkan LinkedIn untuk Agar Dilirik HRD"},"content":{"rendered":"\n<p>Cara Mengoptimalkan LinkedIn \u2014LinkedIn bukan sekadar platform untuk membangun jaringan profesional, tetapi juga menjadi alat utama bagi HRD dan recruiter dalam mencari kandidat potensial. Banyak perusahaan kini lebih memilih menelusuri profil LinkedIn sebelum membaca CV pelamar. Karena itu, memiliki profil LinkedIn yang lengkap, profesional, dan menarik menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang karier Anda. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa membuat profil LinkedIn tampil menonjol dan dilirik oleh HRD bahkan tanpa melamar secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Memiliki Linkedin<\/h2>\n\n\n\n<p>LinkedIn kini menjadi salah satu platform profesional terbesar di dunia yang digunakan oleh jutaan pekerja, HRD, dan perusahaan dari berbagai industri. Bukan hanya sebagai tempat mencari pekerjaan, LinkedIn juga berperan penting dalam membangun reputasi profesional dan memperluas koneksi karier Anda. Berikut beberapa manfaat \u00a0mengoptimalkan LinkedIn :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Meningkatkan Personal Branding<\/h3>\n\n\n\n<p>LinkedIn memungkinkan Anda menampilkan identitas profesional secara lengkap \u2014 mulai dari pengalaman kerja, keahlian, sertifikasi, hingga pencapaian. Dengan profil yang kuat dan aktif, Anda bisa membangun citra sebagai seseorang yang kompeten di bidangnya.<br>Personal branding yang baik membuat Anda lebih mudah dikenal dan dipercaya oleh rekan kerja, recruiter, hingga calon klien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Memperluas Jaringan Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu kekuatan terbesar LinkedIn adalah kemampuannya untuk menghubungkan Anda dengan profesional di seluruh dunia. Anda bisa terhubung dengan HRD, rekan industri, mentor, hingga pemimpin perusahaan. Jaringan yang luas dapat membuka banyak peluang, baik untuk kolaborasi, belajar hal baru, maupun mendapatkan rekomendasi pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mempermudah HRD Menemukan Anda<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak HRD kini menggunakan LinkedIn untuk mencari kandidat potensial bahkan sebelum membuka lowongan publik. Dengan profil yang dioptimalkan menggunakan kata kunci (keywords) yang sesuai dengan bidang Anda, peluang untuk muncul di hasil pencarian HRD akan jauh lebih besar. Artinya, Anda bisa <em>ditemukan terlebih dahulu<\/em> tanpa perlu melamar secara manual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Akses ke Informasi Lowongan Kerja Eksklusif<\/h3>\n\n\n\n<p>LinkedIn menyediakan fitur Jobs, di mana Anda dapat menemukan ribuan lowongan kerja dari berbagai perusahaan lokal maupun internasional. Beberapa perusahaan bahkan hanya mempublikasikan lowongan mereka khusus di LinkedIn, sehingga memiliki akun aktif membantu Anda mendapatkan akses ke peluang kerja yang tidak tersedia di platform lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Menunjukkan Kredibilitas dan Rekomendasi Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>LinkedIn memiliki fitur endorsement dan recommendation, di mana rekan kerja atau atasan bisa memberikan pengakuan terhadap keahlian Anda. Semakin banyak rekomendasi yang relevan, semakin tinggi kredibilitas Anda di mata perekrut.<br>Ini seperti \u201ctestimoni profesional\u201d yang memperkuat reputasi Anda di dunia kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Menjadi Media Pembelajaran dan Inspirasi<\/h3>\n\n\n\n<p>LinkedIn bukan hanya tempat mencari kerja, tetapi juga platform untuk belajar dan berbagi pengetahuan. Anda bisa mengikuti tokoh profesional, membaca artikel karier, mengikuti diskusi, atau bahkan mengambil kursus melalui <em>LinkedIn Learning<\/em>. Dengan aktif berinteraksi di sana, Anda akan lebih up-to-date dengan tren industri dan keterampilan terbaru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Meningkatkan Peluang Karier Global<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda berambisi untuk bekerja di luar negeri, LinkedIn adalah jembatan yang tepat. Banyak perusahaan multinasional menggunakan LinkedIn untuk merekrut karyawan internasional.<br>Dengan profil berbahasa Inggris dan pengalaman yang ditulis dengan profesional, Anda berpotensi dilirik oleh HRD global dari berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengoptimalkan Linkedin<\/h2>\n\n\n\n<p>Memiliki akun LinkedIn saja tidak cukup \u2014 yang terpenting adalah bagaimana Anda mengoptimalkan profil dan aktivitas Anda agar menarik perhatian HRD. Dengan profil yang strategis, Anda bisa meningkatkan <em>visibility<\/em> dan membangun reputasi profesional di dunia kerja. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gunakan Foto Profil Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>Foto profil adalah hal pertama yang dilihat HRD. Gunakan foto terbaru dengan pencahayaan baik, latar netral, dan ekspresi ramah tetapi profesional. Hindari foto selfie, foto liburan, atau foto dengan filter berlebihan. Statistik LinkedIn menunjukkan bahwa profil dengan foto profesional memiliki 21 kali lebih banyak tampilan dibandingkan profil tanpa foto.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tulis Headline yang Menarik dan Informatif<\/h3>\n\n\n\n<p>Headline LinkedIn bukan hanya tempat menulis jabatan, tetapi juga kesempatan untuk menonjolkan keahlian dan nilai profesional Anda.<br>Contoh:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u274c <em>Staff Marketing at ABC Company<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>\u2705 <em>Digital Marketing Specialist | SEO &amp; Content Strategist | Helping Brands Grow Organically<\/em><em><br><\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Gunakan kata kunci (keywords) yang relevan dengan bidang kerja Anda agar profil lebih mudah ditemukan oleh HRD.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Buat Ringkasan Diri (About) yang Menarik<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian <em>About<\/em> berfungsi seperti \u201celevator pitch\u201d \u2014 penjelasan singkat tentang siapa Anda, apa yang Anda kuasai, dan apa yang Anda tawarkan. Tulis dengan gaya natural, tidak terlalu kaku, dan gunakan paragraf pendek agar mudah dibaca.<br>Contoh pembuka yang kuat:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya seorang profesional di bidang pemasaran digital dengan pengalaman lebih dari 3 tahun dalam mengembangkan strategi SEO dan konten. Saya percaya bahwa data dan kreativitas dapat berjalan beriringan untuk mencapai hasil terbaik bagi brand.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan nada yang menunjukkan kepribadian dan semangat Anda bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Lengkapi Bagian Pengalaman (Experience) dengan Capaian Nyata<\/h3>\n\n\n\n<p>Sama seperti di CV, bagian pengalaman kerja harus menonjolkan hasil, bukan hanya tugas.<br>Gunakan poin-poin yang konkret dan terukur, misalnya:<br>\u2705 \u201cMeningkatkan engagement media sosial sebesar 60% dalam 4 bulan melalui strategi konten interaktif.\u201d<br>\u2705 \u201cBerhasil meningkatkan konversi penjualan online sebesar 25% melalui kampanye iklan digital.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Tulis dalam bahasa profesional dan gunakan format kronologis dari yang terbaru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tambahkan Keahlian (Skills) yang Relevan<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian <em>Skills<\/em> membantu HRD menilai kemampuan Anda. Pilih 3\u201310 keahlian utama yang paling relevan dengan bidang pekerjaan Anda.<br>Gunakan istilah yang sering muncul di deskripsi pekerjaan seperti \u201cData Analysis\u201d, \u201cCopywriting\u201d, \u201cNegotiation\u201d, atau \u201cProject Management\u201d.<br>Anda juga bisa meminta rekan kerja untuk memberikan endorsement agar keterampilan Anda lebih kredibel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Dapatkan Rekomendasi (Recommendations) dari Rekan atau Atasan<\/h3>\n\n\n\n<p>Rekomendasi adalah bentuk testimoni profesional yang memperkuat kepercayaan HRD terhadap Anda. Mintalah rekomendasi singkat dari atasan, kolega, atau klien yang pernah bekerja sama dengan Anda. Pastikan rekomendasi tersebut menyebutkan kemampuan, kontribusi, dan karakter kerja Anda secara positif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Gunakan Fitur Featured atau Portofolio<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian <em>Featured<\/em> memungkinkan Anda menampilkan hasil kerja terbaik, artikel, proyek, atau sertifikat.&nbsp; Ini bisa menjadi bukti nyata dari kemampuan Anda.<br>Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lampirkan link ke artikel yang Anda tulis.<\/li>\n\n\n\n<li>Tampilkan proyek desain, video, atau laporan kampanye digital.<\/li>\n\n\n\n<li>Sertakan sertifikat pelatihan dari platform seperti Coursera, Google, atau LinkedIn Learning.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Aktif di LinkedIn: Posting, Komentar, dan Berinteraksi<\/h3>\n\n\n\n<p>LinkedIn bukan hanya profil statis \u2014 ini adalah platform sosial profesional.<br>Cobalah untuk aktif berinteraksi dengan cara:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membagikan artikel atau opini tentang tren industri.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberi komentar yang bernilai pada postingan profesional lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengucapkan selamat atas pencapaian rekan kerja.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Aktivitas rutin ini akan meningkatkan visibilitas profil Anda dan menunjukkan bahwa Anda aktif serta memiliki wawasan luas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Gunakan Kata Kunci (Keywords) dalam Setiap Bagian Profil<\/h3>\n\n\n\n<p>HRD biasanya menggunakan kata kunci tertentu saat mencari kandidat.<br>Misalnya, jika Anda di bidang desain, gunakan kata seperti <em>UI\/UX Design<\/em>, <em>Adobe Illustrator<\/em>, atau <em>Creative Direction<\/em> di bagian headline, summary, dan experience.<br>Hal ini akan membantu profil Anda muncul di hasil pencarian LinkedIn dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Aktifkan Fitur \u201cOpen to Work\u201d<\/h3>\n\n\n\n<p>LinkedIn menyediakan fitur \u201cOpen to Work\u201d untuk memberi tahu HRD bahwa Anda sedang mencari peluang baru. Anda bisa mengatur preferensi posisi, lokasi kerja, dan jenis pekerjaan (remote, full-time, part-time, dll.). Namun, jika ingin lebih privat, Anda dapat memilih agar informasi ini hanya terlihat oleh recruiter, bukan publik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Perbarui Profil Secara Berkala<\/h3>\n\n\n\n<p>Jangan biarkan profil LinkedIn Anda terbengkalai. Setiap kali Anda menyelesaikan proyek, mendapatkan sertifikasi, atau berpindah pekerjaan, segera perbarui profil Anda.<br>Profil yang selalu diperbarui menunjukkan bahwa Anda aktif, relevan, dan terus berkembang \u2014 hal yang sangat disukai HRD.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hal yang Perlu Dihindari di LinkedIn<\/h2>\n\n\n\n<p>LinkedIn memang terlihat seperti media sosial, tetapi sebenarnya ini adalah platform profesional. Cara Anda menampilkan diri di LinkedIn dapat memengaruhi bagaimana HRD, rekan kerja, bahkan calon atasan memandang Anda. Kesalahan kecil saja bisa membuat profil Anda terlihat kurang serius atau tidak profesional. Berikut hal-hal yang sebaiknya Anda hindari:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menggunakan Foto Profil yang Tidak Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>Foto profil adalah kesan pertama yang akan dilihat HRD. Hindari menggunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Foto selfie, foto liburan, atau foto dengan filter berlebihan.<\/li>\n\n\n\n<li>Foto dengan latar ramai atau pencahayaan buruk.<\/li>\n\n\n\n<li>Foto bersama orang lain yang tidak relevan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Gunakan foto dengan pencahayaan baik, pakaian rapi, dan ekspresi ramah namun profesional. Ingat, foto Anda adalah representasi profesionalisme di dunia kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengisi Profil dengan Informasi yang Tidak Lengkap<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak orang membuat akun LinkedIn tapi tidak melengkapinya. Profil tanpa deskripsi, pengalaman, atau keahlian membuat Anda sulit ditemukan HRD. Hindari membiarkan bagian seperti <em>About<\/em>, <em>Experience<\/em>, atau <em>Skills<\/em> kosong. Semakin lengkap profil Anda, semakin besar peluang muncul di hasil pencarian recruiter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menulis Deskripsi yang Terlalu Umum<\/h3>\n\n\n\n<p>Kalimat seperti \u201cSaya pekerja keras dan mudah beradaptasi\u201d sudah terlalu sering digunakan dan tidak memberikan nilai lebih. Gunakan deskripsi yang spesifik dan menunjukkan hasil nyata, misalnya: \u201cBerpengalaman mengelola kampanye media sosial dengan peningkatan engagement 60% dalam 3 bulan.\u201d Deskripsi seperti ini menunjukkan kemampuan Anda dengan bukti konkret, bukan sekadar klaim.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Terlalu Banyak Menggunakan Emoji dan Bahasa Gaul<\/h3>\n\n\n\n<p>LinkedIn bukan tempat untuk menulis seperti di Instagram atau Twitter. Hindari penggunaan emoji berlebihan, singkatan tidak formal (<em>btw, lol, wkwk<\/em>), atau kalimat yang terlalu santai.<br>Gunakan bahasa profesional, tetap ramah, namun sopan dan berimbang. Contohnya, ganti \u201ckerjaannya hectic banget tapi seru sih \ud83d\ude06\u201d dengan \u201cPekerjaan saya cukup menantang, tetapi sangat memberikan pengalaman berharga.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Membagikan Konten yang Tidak Relevan atau Kontroversial<\/h3>\n\n\n\n<p>LinkedIn adalah platform profesional \u2014 bukan tempat untuk perdebatan politik, gosip, atau curhatan pribadi.<br>Hindari posting konten yang bersifat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Politik atau agama yang menyinggung pihak lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Humor yang berpotensi menyinggung audiens.<\/li>\n\n\n\n<li>Unggahan emosional atau keluhan tentang perusahaan atau rekan kerja.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Gunakan LinkedIn untuk berbagi insight, pengalaman kerja, tips profesional, atau pencapaian karier.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Terlalu Sering atau Terlalu Jarang Posting<\/h3>\n\n\n\n<p>Terlalu sering posting bisa membuat audiens merasa terganggu, sementara terlalu jarang membuat Anda tampak pasif. Idealnya, bagikan konten 1\u20132 kali seminggu yang relevan dengan bidang Anda, seperti artikel industri, hasil proyek, atau pemikiran profesional Anda. Konsistensi jauh lebih penting daripada frekuensi tinggi tanpa arah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Mengirim Koneksi Secara Sembarangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Hindari mengirim permintaan koneksi ke sembarang orang tanpa konteks.<br>Jika ingin terhubung dengan seseorang yang belum mengenal Anda, sertakan pesan singkat seperti: \u201cHalo, saya tertarik dengan postingan Anda tentang digital marketing. Boleh saya terhubung untuk belajar lebih banyak?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ini menunjukkan kesopanan dan niat baik, bukan sekadar ingin menambah jumlah koneksi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Tidak Membangun Interaksi yang Bermakna<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pengguna hanya membuat akun dan pasif. Padahal, LinkedIn adalah tempat untuk berinteraksi dan membangun hubungan profesional.<br>Hindari hanya menjadi \u201cpenonton\u201d. Cobalah aktif memberi komentar yang relevan, mengucapkan selamat atas pencapaian orang lain, atau berdiskusi dengan sopan di kolom komentar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Mengunggah Informasi Palsu atau Berlebihan<\/h3>\n\n\n\n<p>Mencantumkan pengalaman kerja palsu, memanipulasi jabatan, atau menulis sertifikat yang tidak pernah diambil bisa merugikan Anda sendiri.<br>Perusahaan atau HRD dapat dengan mudah memverifikasi informasi tersebut.<br>Kejujuran dan integritas jauh lebih dihargai daripada profil yang terlihat \u201csempurna\u201d tapi tidak autentik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Tidak Menjaga Etika Komunikasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap interaksi di LinkedIn \u2014 baik komentar, pesan pribadi, maupun posting \u2014 mencerminkan reputasi Anda.<br>Hindari:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengirim pesan pribadi yang tidak sopan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mempromosikan diri secara berlebihan (<em>self-claim<\/em> tanpa konteks).<\/li>\n\n\n\n<li>Berdebat dengan nada emosional di komentar publik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tunjukkan profesionalisme Anda dalam setiap percakapan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Tidak Memperbarui Profil Secara Berkala<\/h3>\n\n\n\n<p>Profil yang tidak diperbarui selama bertahun-tahun bisa membuat Anda tampak tidak aktif.<br>Perbarui profil Anda setiap kali:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pindah pekerjaan,<\/li>\n\n\n\n<li>Menyelesaikan proyek besar,<\/li>\n\n\n\n<li>Mendapatkan sertifikasi baru, atau<\/li>\n\n\n\n<li>Mengikuti pelatihan profesional.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Profil yang up-to-date memberi sinyal positif bahwa Anda selalu berkembang dan relevan di industri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">12. Mengabaikan Tata Bahasa dan Penulisan<\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan ejaan atau struktur kalimat bisa mengurangi kesan profesional. Sebelum mengunggah deskripsi atau postingan, baca ulang dan periksa tata bahasanya. Gunakan kalimat pendek, jelas, dan aktif. Jika perlu, minta teman untuk memeriksa tulisan Anda sebelum diunggah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Daftar di VRICREW dan Temukan Pekerjaan Impianmu<\/h2>\n\n\n\n<p>Sudah melengkapi profil LinkedIn dan menyiapkan CV terbaikmu? Sekarang saatnya mengambil langkah nyata untuk menemukan pekerjaan impian! Melalui VRICREW, Anda bisa menjelajahi berbagai peluang kerja dari perusahaan ternama di seluruh Indonesia, mulai dari posisi entry-level hingga profesional berpengalaman<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan fitur rekomendasi pekerjaan otomatis, update lowongan terbaru, serta profil perusahaan yang transparan, sehingga Anda bisa memilih karier dengan lebih percaya diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, tunggu apa lagi?<br>Daftar sekarang di VRICREW dan mulai perjalanan menuju karier impian Anda. Karena masa depan profesional yang gemilang dimulai dari satu langkah sederhana \u2014 melamar melalui <a href=\"https:\/\/vricrew.com\/id\">VRICREW.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Mengoptimalkan LinkedIn \u2014LinkedIn bukan sekadar platform untuk membangun jaringan profesional, tetapi juga menjadi alat utama bagi HRD dan recruiter dalam mencari kandidat potensial. Banyak perusahaan kini lebih memilih menelusuri profil LinkedIn sebelum membaca CV pelamar. Karena itu, memiliki profil LinkedIn yang lengkap, profesional, dan menarik menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang karier Anda. Dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":164,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-strategi-mencari-kerja"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions\/16"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vricrew.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}